Betapa bersemangat Team Pendidikan Permasis & YBK berkonvoi sebanyak 4 buah kendaraan menelusuri perjalanan kunjungan kerja dari Pontianak menuju Tayan, sembari menikmati pemandangan asri Kalimantan Barat.
Pada sore hari kami tiba di Tayan, disambut hangat oleh jajaran Yayasan LKP Bakti Suci , k i t a mendengarkan laporan perkembangan kursus di sana dan bersama-sama mengevaluasikannya, juga memberikan refleksi dengan kiat kiat untuk memajukan LKP di sana.
Dari Tayan kita mampir ke Batang Tarang, sekolah 3 bahasa bertaraf internasional. Yayasan Kpact yang berpusat di Kupang ini mendatangkan berbagai guru dari Mancanegara, ada yang dari Panama, Hongkong, Tiongkok, Amerika dan Kanada.
Para siswa yang berjumlah 66 anak itu tinggal dalam asrama yang sekaligus berfungsi sebagai Gedung sekolah.
Kita melanjutkan perjalanan ke Ngabang, makan malam dan menginap di sana, karena hari sudah malam.
Keesokan harinya kita berkunjung ke LPK Ngabang, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Bodok, kita mampir ngopi di toko Hosana yang Bosnya orang Pemangkat.
Rombongan selanjutnya singgah di Sanggau, habis makan siang kita menuju Sintang. Sintang kota yang indah terletak di tepi Sungai Kapuas.
Setelah melepas lelah di tepi Sungai Kapuas, mejeng dengan gaya masing-masing, kita menginap di hotel. Malamnya ada pertemuan dengan masyarakat Sintang untuk mensosialisasikan rencana membuka kursus Bahasa Mandarin di sana.
Kesannya di Sintang terasa sangat antusias dengan rencana ini, lokasi dan timnya sudah siap beroperasi, tinggal menantikan Lao Shi (guru) nya.
Setelah menginap semalam, rombongan check out menuju Bukit Kelam. Bukit Kelam bentuknya seperti kantong Semar terbalik, yang mana merupakan sebongkah batu besar monolit terbesar yang tertinggi di dunia.
Dari Bukit Kelam kita menuju Nagah Pinoh dan menjumpai orang tua dari salah satu anak yang mendapatkan beasiswa pergi ke Tiongkok. Dari Pinoh kita menuju Sosok, hari sudah malam, rombongan dijamu oleh mantan Camat yang sudah ditangani oleh Pak Kim Fai.
Hujan lebat mengiringi santap malam yang begitu lezat,berupa masakan khas Dayak, daging babi dimasak dalam tabung bambu, lekker moi.
Keesokan harinya, kami menuju Pinyuh, singgah di Sei Dur. Bersama LKP di sana sebagai tuan rumah lomba pidato Bahasa Mandarin bulan Agustus mendatang, kita membahas persiapan lomba tersebut.
Habis itu kita lanjut ke LKP Pasar Gunung, kemudian ke Batu Payung dan menginap di hotel Kyodai Pasar Turi, Mulai tanggal 21 Maret kunjungan ke LKP Kopisan dan dimulailah dengan baksos ke panti asuhan dan panti lansia di Bengkayang, Sambas dan Singkawang.
Semua masyarakat menyambut dengan hati penuh syukur terhadap paket-paket yang disumbangkan. Sekiranya Ibu dan Bapak donatur sempat hadir di panti panti tersebut, betapa bahagia hatinya melihat sumbangan begitu berarti bagi mereka yang sangat membutuhkannya.
Seraya mungkin hati kita bersyukur atas kehidupan kita. Ada pepatah mengatakan “lebih baik memberi daripada diberi ” . Semoga Ibu dan Bapak yang berhati luhur, menikmati sukacita arti pemberian ini.Tetap sehat, murah rejeki dan murah hati selamanya.











Bukit Kelam ini merupakan sebuah batu monolit gelap yang saat ini dianggap sebagai formasi batu monolit terbesar dan tertinggi di dunia, membentang di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat dari Barat ke Timur sepanjang 2-3 km, dengan ketinggian mencapai 1.002 meter dpl.
Bukit kelam merupakan cagar alam yang kaya flora dan fauna. Karena keanekaragaman hayatinya, Pemerintah menata kawasan tersebut sebagai Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam.
Bukit Kelam merupakan salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi, terutama bagi pecinta wisata alam dan panjat tebing atau rock climbing
Credit : https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kelam#/media/Berkas:Bukit_Kelam_Sintang.jpg by Zhilal Darma

