Kunjungan Hari Pertama Senin, 21 Maret 2022
• Lembaga Kursus Bahasa Mandarin Pasar Gunung
Team Pendidikan Permasis bertemu ibu Tjhin Lu Lu selaku Kepala Sekolah di Lembaga Kursus Bahasa Mandarin Pasar Gunung. Menurut ibu Tjhin Lu Lu mengatakan bahwa ada usulan untuk membuka kursus bahasa Mandarin di daerah Ngabang dan Bpk. Ng Kim Fai dari Soso juga pernah membahas hal yang sama. Ibu Tjhin Lu Lu mengajukan Ibu Xiao Ling sebagai orang yang akan bertanggung jawab di sana.
Saran dari Team Pendidikan sebelum membuka Lembaga Kursus di Ngabang harus terlebih dahulu membentuk manajemen yang kuat.
Di Pasar Gunung tidak memungkinkan untuk membuka sekolah swasta 3 (tiga) bahasa karena bersaing dengan sekolah negeri yang gratis dan pembelajaran bahasa Mandarin kurang mendalam karena jam pelajaran yang sedikit. Uang Sekolah di Lembaga kursus saat ini sebesar Rp. 100.000/ bln mengalami kenaikan dalam waktu 3 bulan terakhir. Durasi belajar sejak pandemic berkurang menjadi 90 menit. Siswa di sini berjumlah 200an siswa. Gedung sekolah saat ini di sponsori oleh Sekolah Pahoa dan Yayasan Bumi Khatulistiwa.
Disini ada pemberian beasiswa untuk siswa yang berprestasi tetapi tidak mampu, seperti anak yatim piatu ataupun orang tua yang sedang sakit keras seperti sakit kanker. Adapun pemberian beasiswa di analisa terlebih dahulu dikarenakan sebagian siswa tidak menghargai pemberian beasiswa dari para donatur dan disia – siakan, dikatakan pemberian

beasiswa untuk 10 orang hanya 2 orang yang berhasil menyelesaikan tanggung jawabnya.
Empat orang siswa yang dididik oleh Tjhin Lu Lu sedang melanjutkan kuliah secara online.
20an orang lebih alumni dari Lembaga Kursus Bahasa Mandarin Pasar Gunung sudah bekerja menjadi guru. 9 orang di Sekolah Pahoa, Gading Serpong. 3 orang di Blitar, 8 orang di Surabaya, 1 orang di Teluk Gong, dan 2 orang di Bukit Mulia, Muara Karang. 3 orang guru yang mengajar disini.
Sebuah Perusahaan Swasta Tiongkok berdomisili di Sulawesi bergerak di bidang pertambangan bermaksud untuk mengunjungi Lembaga Kursus ini untuk merekrut SDM khususnya berprofesi sebagai penerjemah.
Saran dari Bpk. Lay Khian Sen selaku Ketua Umum Permasis berharap untuk menolak kunjungan tersebut karena banyak fakta negatif yang akan mempengaruhi masa depan siswa disini sehingga akan merugikan pihak Lembaga Kursus Bahasa Mandarin Pasar Gunung. Hal yang dikhawatirkan guru-guru akan tergoda dengan tawaran gaji yang tinggi dan pada saat wawancara akan di nilai banyak kekurangan dan tidak memenuhi syarat sehingga gaji yang diberikan sangat kecil seperti kejadian guruguru di Blitar dan Surabaya.
• Lembaga Kursus Batu Payung
Berdiri sejak tahun 2004 bulan ke-2, saat ini Bong Jun Chan selaku Kepala Sekolah dan merangkap menjadi guru disini. Awal berdiri mengundang 2 orang guru dari Kaliasin yaitu Cong Chui Mie mengajar sampai tingkat 3 sedangkan Tjhang Lie Lie mengajar sampai tingkat 5. Pada tahun 2006 dilanjutkan oleh Bpk. Bong Kim Shin mengajar sampai kelulusan tingkat SD pada tahun 2011 bulan 9.
Pada tahun 2009 Bpk. Bong Jun Chan mengajar sambil kuliah. Guru-guru yang pernah mengajar disini bernama Chin Tet Jong (2014), Hie Su Ni (2009- 2012). Tahun 2014-2017, 4 orang mendapat beasiswa untuk belajar di Malaysia New Era College dari YBK selama 2,5 tahun. Lulus pada bulan Januari 2017.
Saat ini jumlah siswa di Lembaga Kursus Batu Payung sebanyak 173 Orang, belajar dari Senin dan Sabtu dibagi 2 shift Senin, Rabu, Jumat dan Selasa, Kamis, Sabtu. Uang Sekolah Rp. 80.000 / bln.
Saat ini ada 5 orang guru yang mengajar di Lembaga Kursus Batu Payung. Lembaga kursus ini disupport oleh seorang donatur berasal dari Surabaya bernama Hie Kim Sun.
Alumni dari Lembaga Kursus Batu Payung ini sebagian sudah bekerja di berbagai daerah seperti di Sulawesi sebagai penerjemah ada belasan orang, ada 1 orang yang menjadi guru di Sekolah Kristen, Jakarta dan ada pula yang melanjutkan kuliah.
Tingkatan taraf gaji guru :
• 1 Orang Guru Senior Rp. 1.200.000 /bln
• 2 Orang Guru Lama Rp. 1.050.000/ bln
• 1 Orang Guru Baru Rp. 750.000/ bln
Saran dari Team Pendidikan :
• Mengumpulkan data alumni agar komunikasi tetap terjalin dalam sebuah ikatan sehingga alumni-alumni yang telah sukses bisa menolong generasigenerasi berikutnya di daerah ini.
• Murid yang berkualitas diberikan motivasi, semangat dan sebuah pandangan untuk memiliki keinginan untuk mengajar.


• Untuk alumni yang kembali bekerja dari Sulawesi di tanyakan alasannya mengapa kembali dan berhenti bekerja, informasi tentang karakter-karakter apa yang perlu di latih untuk bekerja disana, contoh : kepercayaan diri atau ada permintaan khusus dari perusahaan, contoh : keahliankeahlian tertentu sehingga masa depan siswa disini bisa diarahkan sebelum mereka terjun ke dunia kerja.
Kunjungan Hari Kedua 22 Maret 2022
• Sekolah Swasta Nyarumkop
Team Pendidikan mengunjungi SDS Santa Klara & SMP St. Aloysius Gonzaga bertemu dengan Kepala Persekolahan Nyarumkop Bruder Dionisius, Kepala Sekolah SDS Santa Klara Sr. Hilaria, Kepala Sekretariat Yayasan Bapak Sukoco, Pembina Seminari di Nyarumkop Romo Sarju SJ dan Guru Bahasa Mandarin SD – SMP Bapak Leonardo Leo.
Tujuan utama team pendidikan Permasis mengunjungi untuk mengetahui apakah ada kendala dalam proses belajar mengajar khususnya dalam pelajaran Bahasa Mandarin dikarenakan selama ini Permasis tidak mendapatkan laporan pertanggungjawaban dari Bapak Leonardo Leo.
Bapak Leonardo Leo mengajar bahasa Mandarin dari tahun 2010 s/d saat ini di SD dan SMP, Adanya kesulitan mengajar dikarenakan sejak adanya kurikulum K13 jam belajar mandarin di SMP berkurang menjadi 1 jam pelajaran (45 menit), mengalami kesulitan untuk mengajar cara menulis dan percakapan dalam bahasa Mandarin sedangkan SD 2 jam pelajaran dari kelas 2-6. Analisa para siswa yang belajar dari kelas 2 SD sampai pada kelas 6 SD, para siswa sudah bisa membaca dan menulis. Di SD rata-rata 1 kelas ada 27-30an siswa sedangkan SMP total ada 95 Siswa. Sekitar 30% siswa dari SD yang melanjutkan SMP di sini sisa 70% bersekolah di tempat lain alasannya mereka mencari sekolah yang fasilitas lebih baik dan ada yang memilih sekolah negeri karena gratis.
30 % siswa dari SD yang melanjutkan ke SMP sudah mampu membaca, menulis dan berbahasa Mandarin mengulang lagi dari awal di karenakan anak SMP yang berasal dari sekolah luar yang tidak belajar mandarin. Kelas Mandarin di SMP 5 Jam dan di SD 10 Jam.
Bruder Dionisius baru 2 tahun bertugas di Yayasan Sekolah Nyarumkop, beliau akan memastikan bahwa akan pihak sekolah akan memberikan laporan setiap tahunnya untuk perkembangan pembelajaran Bahasa Mandarin . B e l i a u mengatakan bahwa siswa Tionghoa mengalami peningkatan jumlahnya di TK, SD, SMP maupun SMA selama 2 tahun terakhir. Sekolah sedang menata ulang manajemen yayasan dan lingkungan untuk meyakinkan kembali orang tua murid agar mempercayakan anakanak mereka untuk bersekolah disini.
Sr. Hilaria selaku kepala sekolah SD mengatakan bahwa karena Bapak Leo memiliki kemampuan di IT sehingga anak-anak senang belajar Bahasa Mandarin, kendala terbesar saat ini anak murid tidak memiliki buku paket Mandarin sehingga pembelajaran Bahasa Mandarin tidak maksimal dan juga membutuhkan guru Mandarin tambahan.
Romo Sarju SJ menghimbau untuk SMA di Nyarumkop di ijinkan untuk belajar Bahasa Mandarin, menurut beliau :
1. Bahasa punya struktur yang jelas dan harus jujur, salah ya salah dan Bahasa internasional membuat anak menjadi cerdas.
2. Bahasa Mandarin punya kemampuan untuk membentuk komunitas baru lintas batas khususnya untuk sesama warga asia
3. Bahasa Internasional adalah Bahasa-bahasa modern yang bisa menciptakan peluang hidup menjadi lebih mudah, lebih baik, lebih sejahtera dan flexible.
4. Orang yang berbahasa baru menciptakan culture yang baru, lebih terbuka dan budaya yang kompetitif
Dalam segi pendidikan, siswa TK, SD dan SMA adalah 2 ujung tombak yang menjadi basis Bahasa Internasional untuk Bahasa harus diutamakan, tidak hanya belajar Bahasa asing tetapi harus menguasai, harus ada kursus tambahan dan aplikasi.
Kehadiran team pendidikan Permasis merupakan jembatan mereka untuk memperluas jenjang pendidikan para siswa di Nyarumkop, perlu dilakukan refleksi yang teratur dan laporan yang teratur.
Tiga Ujung tombak yang ingin dikejar di Sekolah Nyarumkop ini :
1. Menjadi Cerdas (salah satunya dalam berbahasa Asing)
2. Kemampuan memimpin
3. Karakter yang bisa diandalkan
Pendapat Pak Sukoco yang sudah mengajar 33 tahun di SMA, 12 tahun memegang kurikulum. Dalam kurikulum itu ada 5 bahasa : Jepang, Mandarin, Jerman, Inggris dan Arab. Sangat memungkinkan jika di SMA ada Bahasa Mandarin, permasalahannya apakah Bapak Leo mampu mengajar di SMA atau dari Permasis bisa menambahkan guru Mandarin.
Bapak Lay Khian Sen (Ketua Permasis) menanggapi pendapat Romo Sarju, beliau mengatakan bahwa yang memajukan seseorang itu adalah Bahasa. Tanpa Bahasa yang sama kita tidak bisa mengetahui sifat seseorang dan keinginan seseorang. Hal yang perlu diperhatikan adalah mindset yang salah murid dan orang tua.

Saran dari Team Pendidikan :
1. Solusi untuk Guru Mandarin tambahan tidak mudah karena memang saat ini kekurangan guru Mandarin
2. Mengedukasi anak murid pentingnya culture Bahasa karena mereka akan menghadapi masyarakat luas jangan sampai kalah di tengah masyarakat
3. Menyiapkan siswa yang pinter dan menjadi kader dari Sekolah Nyarumkop untuk kembali mengajar di sini
4. SMA ditambah kelas Mandarin untuk sementara Bapak Leo yang mengajar
5. Untuk anak SMP yang di SD sudah belajar Mandarin diperlukan extrakulikuler memperdalam Bahasa Mandarinnya supaya bisa naik level
• Sekolah SMP Barito & SMK Mudita
Team Pendidikan berkunjung ke Sekolah SMP Barito & SMK Mudita bertemu dengan Kepala Sekolah Bapak Deddy SE.SPDB. MPD (Chin Bui Cao), Ketua Yayasan Dharma Budha Maitreya Ibu Tjhin Jiu Siu SH.MH serta Kepala Sekolah SMK Mudita Bapak Liaw Sun Jin SPDB.MPD.
Di SMK Mudita terdiri dari 3 Jurusan kejuruan, yaitu Akuntansi, Penjualan dan Komputer. Paling diminati kejuruan Penjualan dan Komputer. Pelajaran Mandarin SD-SMK disini 4 jam dalam seminggu.
Gedung baru SMP Barito September 2019 dan rencana SD akan di bangun gedung baru 4 lantai diatas tanah seluas 1.700 m2. SD Barito ada 17 kelas sekitar 1000an siswa.
Soal ujian saat ini dibuat di Sekolah sesuai kisi-kisi dari Diknas. Angka kelulusan setiap tahun 100%.
Siswa SMK sekitar 40an meminta surat referensi untuk sekolah sambil kerja di Taiwan, mereka interview secara online tetapi tidak ada informasi berapa siswa yang berangkat ke Taiwan. Ada beberapa siswa yang sudah lulus sekolah mandarin level SMP.
Kendala saat ini kekurangan guru bahasa Mandarin tapi diusahakan tetap ada pelajaran bahasa Mandarin, sebagian sekolah di Singkawang sudah tidak ada pelajaran bahasa Mandarin. Sangat jarang siswa yang lulus dari sekolah ini yang berminat menjadi guru.
Rencana tanggal 14 Agustus 2022 akan diadakan lomba pidato berbahasa Mandarin yang ke-15 disponsori oleh Permasis. Sekolah Barito menjadi tuan rumah tahun ini akan di koordinasi oleh Bapak Deddy bersama dengan Bapak CungYiHung pelaksanaan teknisnya. Lomba terbagi 2 level, A untuk level tertinggi dan B untuk level lebih rendah.

• LKP INDOMAN II KALIASIN DALAM
Ibu Lay Siau Fung, BCH.SH. MTCSOL selaku kepala sekolah Nam Cung dan LKP Indoman II. LKP ini sudah di akui oleh Pemerintah mendapat dana bantuan membangun 2 ruang kelas yang akan dijadikan perpustakaan dan ruang serbaguna. Ada 3 lembaga yang terakreditasi seluruh Indonesia yaitu Nam Cung (B), Indoman II (C) dan Sinar Abadi. Kelulusan siswa disini menerima sertifikat resmi dari LKP Indoman II sudah terdaftar NPSN.
Ada kemajuan dalam segi pendidikan dan moral untuk masyarakat sekitar Kaliasin Dalam yang sudah berdiri 20 tahun ini. Anak-anak muda di Kaliasin Dalam saat ini sudah tidak lagi bermain billiard, berkelahi dan judi.
Ada rencana membentuk ikatan alumni pada saat ulang tahun sekolah yang ke 20 dikarenakan pandemic akhirnya tertunda. Kelulusan murid tidak terdata dikarenakan administrasi sebelumnya tidak rapi.
Saat ini tidak ada beasiswa dikarenakan dulu pernah ada beasiswa dari YBK tetapi tidak efektif karena murid – murid menjadi tidak ada daya juang untuk mendapat nilai yang bagus.
Guru ada 4 orang saat ini, saat ini sedang mencetak siswa setempat untuk menjadi guru di LKP Indoman II.
Kunjungan Hari Ketiga 23 Maret 2022
• Sekolah Swasta Kopisan Plus
Team Pendidikan mengunjungi Sekolah Kopisan Plus bertemu Kepala Sekolah Ibu Susi. Sekolah Kopisan Plus merupakan sekolah tiga bahasa berdiri sejak tahun 2014, SD sudah kelulusan yang ke 5. Siswa SD 250an siswa setiap level ada 2 kelas. Kelas 6 cuma

ada 1 kelas 30an siswa. SMP ada 2 kelas per level masing-masing 20an total 100an siswa. Sebagian dari pindahan dari sekolah lain. Uang SPP SD Rp. 100.000 dan SMP Rp. 120.000.
Kendala untuk saat ini tahun pelajaran baru akan berkurang siswanya dikarenakan ada sekolah Kristen baru yaitu Sekolah Kasih Bapa dan jaraknya sangat dekat dengan Kopisan Plus serta mindset orang tua bukan kualitas pendidikan yang terutama yang terpenting adalah sekolah gratis seperti di sekolah negeri. Guru mandarin akhir semester akan resign di bulan Juni dan berangkat kerja ke Sulawesi.
Mindset anak murid sekitar Kopisan masih banyak yang m e n g a n g g a p b a h w a i j a z a h sekolah Nasional wajib belajar 12 tahun tidak penting. Mereka mengganggap sekolah Mandarin dan mampu berbahasa Mandarin sudah cukup untuk bekerja. Orang tua menanamkan bahwa anakanak harus mencari uang yang banyak untuk mereka.
Subsidi untuk guru sudah tidak ada, donatur hanya memberi beasiswa untuk murid seperti pembayaran SPP selama setahun.
Guru Mandarin saat ini yang masih bertahan mengajar bernama Ibu Suna. Tidak ada kader yang mau mengabdikan diri untuk menjadi guru.
Ada alumni SMP Kopisan yang bekerja ke Sulawesi bercerita bahwa gaji hanya Rp. 2 jutaan, kalau mau mendapat pendapatan lebih harus lembur. Ada juga yang bekerja sampai terkena penyakit kulit dikarenakan harus bekerja di lapangan.
Di Kopisan Plus tidak ada rencana membuka sekolah SMA / SMK dikarenakan di dekat sini banyak sekolah Kejuruan. Kebanyakan alumni dari SMP melanjutkan ke SMK Pratiwi. Saat ini sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka full.
• LKP PELITA HARAPAN KOPISAN
Team Pendidikan mengunjungi LKP Pelita Harapan bertemu dengan Kepala Sekolah Ibu Bun Siau Yun. Alumni yang menjadi guru baru berusia 18 tahun. Team pendidikan memberikan pandangan bahwa tidak mudah seseorang yang menjadi guru dikarenakan di lapangan terjadi banyak masalah seperti tidak sabar, tidak bisa berbicara, tidak mengerti

anak, tidak bisa mengatur anakanak meskipun guru ini sangat pintar.
Team pendidikan menanyakan bagaimana cara kepala sekolah membimbing dan mendukung guru baru ini untuk mengajar di kelas. Apakah ada ujian untuk para guru atau mendampingi guru baru ini saat mengajar.
Beberapa hal ini belum dilakukan, pendampingan saat mengajar tidak dilakukan karena khawatir guru baru itu akan menjadi grogi ketika di perhatikan oleh kepala sekolah sehingga guru baru akan merasa terbeban saat mengajar.
1 s/d 2 tahun kedepan akan susah mencari alumni yang mau mendedikasikan diri menjadi seorang guru. Khawatir guru-guru akan tergoda dengan tawaran kerja yang gajinya lebih tinggi di Sulawesi atau Maluku.
Saran Team Pendidikan :
1. Sangat penting untuk memperhatikan cara guru baru mengajar sehingga dapat di beri masukan, apakah suara yang kurang lantang ataupun pandangan saat mengajar masih fokus pada satu arah. Masukanmasukan ini dapat membangun guru baru untuk semakin berkembang.
2. Memprioritaskan pengadaan guru-guru baru untuk mengajar kembali di sini agar tidak kekurangan guru
3. Hubungan baik dan rasa kebersamaan antar kepala sekolah dan guru-guru harus dipupuk. Diberi pandangan bahwa kerja di tempat lain yang gajinya besar tidak ada salahnya, tetapi menjadi seorang guru sangat besar jasanya dan dapat menolong banyak anakanak murid.
4. Jalan – jalan bersama antara kepala sekolah dan para guru atau boleh dikasih reward dikarenakan guru-guru adalah ujung tombak sekolah sehingga guru-guru mempunyai rasa aman dan nyaman.
Kunjungan Hari Ketiga 24 Maret 2022
• Sekolah Amkur Pemangkat Team Pendidikan disambut baik oleh Kepala Sekolah SMA Bapak Dra. Edy Fransiskus Xaverius, Kepala Sekolah SMP Sr. M. Odilia, KFS dan dihadiri juga oleh Ketua Muspida Pemangkat yaitu Bpk. Cheng Hian Kong.
Jumlah siswa SMA 245 siswa untuk kelas 10-12. Kelas 12 total 84 siswa dibagi 4 kelas. Ada pelajaran bahasa Mandarin dari SD-SMA, untuk SMP & SMA gurunya bernama ibu Lisa background lulusan dari Sekolah Taiwan. Ibu Lisa sangat aktif mengajak anak murid mengikuti lomba-lomba berbasis bahasa Mandarin sampai keluar kota. Dalam 1 Minggu di SMA pelajaran Bahasa Mandarin total 11 jam, 1 jam pelajaran durasi 45 menit. Di SMP pelajaran bahasa Mandarin 2 jam pelajaran. Tahun ini ada 3 orang lulusan sekolah ini meminta legalisir untuk Sekolah ke Taiwan. Alumni SMP semua masuk kembali ke SMA sini kecuali yang pindah keluar kota. Alumni disini tidak berminat untuk menjadi guru.
• Sekolah Filadelfia
Team Pendidikan mengunjungi Sekolah Filadelfia, di Sin Nam bertemu dengan Kepala Sekolah Bapak Hosea C. Adinata, S.Th. Ada guru baru ibu Su Khim orang Sebangkau background seorang penerjemah dan sebelumnya mengajar di BPK Penabur Serang – Banten. Ada satu guru sangat berbakat dalam bahasa Mandarin bernama Yuliani (Liu Mei Yen) masih kursus di LKP Sinar Abadi yang mau

berangkat kerja ke Sulawesi demi perekonomian keluarga.
Saran dari team pendidikan untuk Yuliani agar melanjutkan pendidikannya karena ada batas umur. Sebelum ini juga ada guru yang bantu selama 3 tahun dan sudah bekerja di Jakarta.
Kendala saat ini sama seperti sekolah-sekolah lain kekurangan guru, Pak Hosea punya cita-cita ingin membangun daerah ini dengan tenaga guru Mandarin setempat.
Saran dari team pendidikan :
Guru yang ada saat ini harus di pertahankan baik-baik jangan sampai berhenti mengajar.
• Les Rumahan Ibu Sie Li Hung
Ibu Tjhia Li Hung berumur 79 tahun. Les rumahan ini berada di lantai 2 sebuah ruko di Pemangkat. Murid yang les disini total 70an siswa. Les terdiri dari 2 shift, shift pagi jam 8-11 dan shift sore jam 1-6. Jam belajar 1 jam tiap. Ada yang belajar 1 jam dengan biaya Rp. 100.000/bln dan adapula 2 jam dengan biaya Rp. 200.000/ bln. Kebanyakan siswa dari Sekolah

Amkur dan untuk biaya les tidak ada masalah.
Ada beberapa alumni yang sudah lulus di bimbing untuk menjadi guru yang dipersiapkan untuk menggantikan Ibu Tjhia Li Hung mengajar.
KESIMPULAN
1. Khusus untuk Sekolah Nyarumkop apakah subsidi gaji guru mandarin tetap di berikan atau tidak setiap bulannya, melihat perkembangan yang kurang memuaskan setelah kurang lebih 10 th ini.
2. Anak murid sekolah Nyarumkop tidak ada buku paket Mandarin.
3. Rencana Lomba Pidato Bahasa Mandarin yang akan diadakan tanggal 14 Agustus 2022 di Sekolah Barito disponsori oleh Permasis & YBK.

