Team Pengurus Pendidikan yang ikut kunjungan kerja antara lain Bpk. Lay Khian Sen (Ketua Permasis) beserta anak beliau Ivan, Bpk. Hie Po Ngi, Bpk. Liu Sin Fa (Ketua Pendidikan), Bpk. Bong Kim Lin, Bpk. Lim Can Lie, Bpk. Edi Effendi dan Bpk. Indra Hendrawan.
Sekolah atau Lembaga Kursus Mandarin yang di kunjungi antara lain Yayasan Tri Dharma Bhakti SUNGAI PINYUH, Kursus Bahasa Mandarin PASAR GUNUNG , Yayasan Hidup Baru KULOR, Yayasan Timur Raya SUNGAI DURI, LPK Sinar Abadi SKW, LPK Pelita Harapan SKW, Persatuan Guru Swasta SKW, LPK INDOMAN IIKALIASIN , Kursus Bahasa Mandarin BATU PAYUNG, Sekolah Perintis TEBAS, Yayasan TIMUR RAYA SUNGAI DURI, Lembaga Pendidikan INHOA JAWAI dan Yayasan Bhinneka Tunggal Ika BENGKAYANG.
Dalam kunjungan kami di Yayasan Tri Dharma Bhakti Sei. Pinyuh mendapat kesan yang baik sekali, yayasan yang telah didirikan sejak tahun 2005 oleh Bpk. Bong Ka Liong terlihat sangat rapih dan bersih, menurut kepala sekolah Bpk. Kok Ket Ming dan ibu guru Thai Oi Son, sekolah ini mempunyai 6 ruang kelas dan 10 orang guru dengan jumlah siswa sebanyak 200an, kegiatan belajar selama ini seperti biasa dan bisa terlihat mereka sedang belajar dengan tertib.
Sedangkan di Pasar Gunung menurut kepala sekolah ibu Chin Lulu sejak bulan Juli 2020 sebagian siswa sudah belajar online dan mulai belajar tatap muka di tahun 2021 ini dengan jumlah siswa 260 orang. Begitu juga Yayasan Hidup Baru KULOR menurut kepala

sekolah Bpk. Ng Tet Sun kegiatan belajar mengajar tatap muka sudah berhenti sejak satu tahun yang lalu, sekolah yang mempunyai 387 siswa dan 13 guru ini sejak bulan November 2020 sudah beralih belajar online dan sudah mulai belajar tatap muka pada bulan Januari 2022.
Di kota Singkawang kursus yang di selenggarakan oleh Persatuan Guru Swasta yang mempunyai 740 siswa dan 12 guru, menurut kepala sekolah Bpk. Bong Kim Lin sejak tahun 2020 juga belajar online dan berencana akan mulai belajar tatap muka tahun 2022.
Team Pengurus Pendidikan berkunjung ke LPK Sinar Abadi Singkawang dan bertemu dengan pimpinan yang bernama Bpk. Li Cin Fuk. Sejak pandemi berlangsung, banyak kendala yang terjadi dikarenakan beberapa dari orang tua murid yang tidak menyetujui untuk belajar secara online, sebagian dari mereka tinggal di daerah pegunungan dan tidak mendapatkan jaringan signal. Pada


akhirnya banyak murid yang drop out serta sebagian guru memilih untuk berhenti mengajar dan meneruskan karirnya untuk bekerja di Sulawesi.
Ibu Cindywati selaku pimpinan di LPK Pelita Harapan KOPISAN yang menaungi 235 siswa dan 10 guru menyatakan bahwa sejak pandemi proses belajar mengajar di lakukan secara online dan pada akhir tahun 2021 tepatnya bulan September 2021 sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka.
LPK INDOMAN II di KALIASIN sedang berlangsung pembelajaran tatap muka saat kita berkunjung kesana. Menurut kepala sekolah ibu Liu Siau Fung sekolah ini ada 7 kelas 100 murid dan 3 guru, belajar dari hari Senin sampai Jumat, dalam suasana ramah dan santai kami berdiskusi tentang perkembangan kursus selanjutnya.
BATU PAYUNG adalah tujuan kita selanjutnya, tempat kursus ini memang sangat mandiri, dengan uang sekolah yang masih rendah mereka tetap bertahan untuk melanjutkan proses pengajaran. Menurut pimpinan Bpk. Bong Fab Thin saat ini ada 130 siswa dan 6 orang guru yang sejak bulan April 2020 sudah mulai belajar secara online dan pada bulan Maret 2021 baru kembali belajar secara tatap muka, dalam pembicaraan kami menganjurkan untuk menaikkan

uang sekolah secara bertahap untuk kelangsungan kursus ini.
Sekolah PERINTIS TEBAS adalah sekolah resmi dari TK sampai SMA, sekolah yang didirikan pada tahun 2014 ini terdiri dari 8 ruangan kelas. Menurut kepala sekolah SMP Bpk. Gede Rizky, bahasa Mandarin diajarkan beberapa jam dalam seminggu. Pimpinan sekolah Bpk. Hanniel juga mengatakan bahwa ada kerja sama IT di kelas SMA dengan GF Akuntansi.
Di kota SUNGAI DURI ada sekolah kursus Mandarin yang dikelola Bpk. Bong Tjun Kim sudah berdiri sejak 2007. Sekolah ini sebelumnya ada 300 murid sekarang tinggal hanya 160 orang dan masih belum mulai kegiatan belajar mengajarnya, rencana akan dimulai pada tahun 2022.
Kota JAWAI adalah kota tujuan kunjungan kita selanjutnya, dengan kapal ferry kita sampai ke seberang sungai dengan sedikit banjir dan jalan yang masih rusak sampailah kita di LEMBAGA PENDIDIKAN INHOA, kita disambut dengan ramah oleh pimpinan dan para guru. Menurut ibu guru Bong Suna tempat ini memiliki 16 ruangan kelas, 300an murid dan 8 orang guru. Saat ini memang masih belajar online dan sudah mulai tatap muka pada tahun 2022. Sebelum pulang kita di jamu makan siang, atas nama Team Pengurus Pendidikan kami mengucapkan banyak terima kasih atas jamuannya.
Gedung PANCASILA di kota Bengkayang yang berdiri sejak tahun 1950, sekarang ditempati Yayasan BHINNEKA TUNGGAL IKA sebagai sekolah 3 bahasa, menurut Yayasan Bpk. Lay Kian Ho / Maksar Alex sejak pandemi berlangsung jumlah murid juga berkurang karena mereka memilih sekolah yang lebih bagus serta fasilitas gedung yang sudah tua.




